Untuk sosok baru yang ia pilih ..
Tak ada satupun rasa yang mampu kuungkap sempurna .
Jalanku telah kau tutup dengan indahnya lekukmu , senyum mautmu , anggun ucapanmu .
Ialah berarti beratnya hak untuk membuat dirinya sempurna yang tadinya kujunjung sebagai prinsip ditanganku telah berpindah ke genggaman jemarimu .
Jaga dia , lebih dari aku yang menjaganya .
Bahagiakan dia , lebih dari aku yang membahagiakannya .
Genggam tangannya , lebih erat dari aku yang menggenggamnya .
Rengkuh tubuhnya , lebih hangat dari aku yang merengkuhnya .
Usap rambutnya , peluhnya , airmatanya , lebih lembut dari aku yang mengusapnya .
Dia terlampau istimewa untuk merasakan luka yang membuatnya tak bermakna .
Kali ini, biarkan aku terjatuh dilubang yang memang kugali sendiri, bukan karenamu, pun bukan karenanya.
Aku memang memutuskan untuk tidak menanggalkan rasa
Aku bahagia seperti ini, sesepele mendengar tuturnya "Aku baik-baik saja kok" :)
Untuk yang mengira bahwa aku tak lagi mencintainya ..
Jujur kuungkap kali ini
Masih banyak yang ingin ku raih ,
masih banyak yang belum kuselesaikan ,
masih banyak yang ingin ku gapai , serumit rindu yang seringkali diabaikan , tapi terus saja beranak pinak .
Masih banyak yang ingin kutulis , tentang senja , tentang gerimis , tentang laut dan ombak , tentang semangkuk miayam , semuanya .. Tentang aku dan dia .
Maaf , memang hanya ini yang mampu kulakukan untuk mengurangi segala rasa yang memenuhi isi segumpal daging sensitif yang seringkali justru menjadi masinis pergerakan lakuku, ucapanku.
Wanita istimewa , kamu tentu tidak keberatan bukan tatkala ia tetap dijadikan tema ketika tangan dan imajinasiku berlarian ?
Dengar aku sekali lagi , cukup dengan menjadi yang paling memahami diantara sosok sempurna yang hanya mampu mengerti .
Kuulangi .
Dia terlampau istimewa untuk merasakan luka yang membuatnya tak bermakna .
Rabu, 16 Oktober 2013
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar