Kamis, 10 Oktober 2013

Pagi Ini Masih Malam Itu


Mentari mengintip ,
mencemooh pagiku yang masih mengingat malam itu
Saat rinduku benar2 diujung jalan buntu , 
Entah harus apa .
Rintik pun semakin jatuh , seakan memaksa , aku ingin kamu .
Dan ragumu berbanding lurus dengan nantianku .
Barangkali kamu takut , aku tak seindah sosoknya .
Ohh , ternyata aku yang ragu
aku yang takut
aku yang cemas .
Berlebihan !
Dramatis !

Nyatanya , kamu benar-benar datang seorang diri .
Uluran tanganmu seolah berkata , aku juga rindu .
Nyamannya pelukmu seolah berbisik , aku juga sayang .
Teduh pandangmu seolah meyakinkan , kamu lebih baik .

Itu cerita dulu , belum berujung memang .
Tapi hanya kisah klasik .
Hanya untuk diingat , tidak untuk dirasa lagi .
Apa maknanya sekarang ?
Hanya setitik bintang disiang yang terik,
Hanya segores pelangi dimalam yang pekat ,
Tak bermakna bukan ?
Asaku cuma satu ,
tetap menyediakan mata, telinga, dan rasa
saat dia , dia , dan mereka membuatmu tertunduk.
Beri aku satu celah lagi untuk tetap ada di setiap 12 April mu . 

0 komentar:

Posting Komentar

 
Cenelnel.Com Blogger Template by Ipietoon Blogger Template