Rabu, 10 September 2014

Bisa ?

"Bersikaplah seperti dulu ,Mas"
Ingin sekali lisan mengucap satu kalimat sepele itu
Tapi keberanianku tertelan dingin tatapmu
Padahal, ingatanku masih terpatri rapi mengenai apa yang menyemangati tiap detak dan detik masaku disini, dikota yang lebih dulu kau tinggali
Manakala gigil memaksamu menelusupkan jari-jarimu diselah jemariku
Sungguh, degupku kau buat tak beraturan samasekali kala itu
Kamu ingat ? Kenapa aku lebih memilih menolak tawaranmu untuk mengenakan jaket yg kau bawa ?
Karena aku rasa , genggammu lebih menghangatkan dibanding jaket berbahan apapun
Terlebih manakala pundakmu memberikan ruang untuk bersandar , itu adalah tempat paling nyaman
Pun aroma tubuhmu , itu lebih dari menenangkan
Kamu tau ? Aku seringkali mencuri waktu untuk keluar kamar setelah mendengar suara motormu menanggalkan kamar kontrakan, hanya untuk sekedar menghirup aroma yang tersisa
Hehehe.. sedikit autis memang
Tapi ini hanya salah satu caraku untuk mengikis sedikit per sedikit rindu yang makin meraja
Aku memang selalu kalap melawan rindu yang meluap
Menantang waktu yang menghalangi temu
Mengalahkan angkuh prinsipmu mengenai perempuan itu
Tapi sungguh , aku tak sedikitpun berani meletakkan apalagi menuntut harap padamu
Hanya tatap lalu dekap , sekedar menaklukan rindu yang tak pernah tau malu dan tak tau waktu
Itu sudah lebih dari lengkap
Maaf , sudah mendamba sebegininya
Semoga aku bisa menjadi takdir yang dengan percaya diri mampu mengalahkan prinsip teguhmu ... :)

4 komentar:

  1. keren memang sahabat gw ini,, jadi novelis aja nel,,

    BalasHapus
  2. Fitri nurhayati : ah belum seberapa dibanding kamu ;)

    BalasHapus
  3. Febri arianto : hehehe terimakasih aypeb.. Itu memang cita-cita terpendam :)

    BalasHapus

 
Cenelnel.Com Blogger Template by Ipietoon Blogger Template